Hello! I'm Human, Who Are you? I'm Not A Real Writer. But I'll Try To Be A Writer. Effort & Motivation Are My Friends.

Selasa, 17 Januari 2017

Friendly Holiday Mood!

Hi there!
Dr.Fieew Here.

Sebuah lembaran baru untuk serangkaian peristiwa yang di lalui, mereka adalah semua yang berperan dalam liburan gue. Yang mengisi waktu luang gue pada saat liburan. Bahkan jika mereka tidak ada, mungkin gue hanya bisa ditemani bermain oleh seperangkat elektronik yang membosankan.

  Perlu diketahui, gue disini menuliskan tentang kegiatan liburan semester 1 kemarin. Jadi bagi yang merasa males membaca cerita orang yang jelas- jelas nggak berperan dengan hidup lo ini, tinggalkan blog ini atau lihat topik lainnnya.
  
Awal bersedia!
  Pada hari jenuh yang membingungkan tanpa ekspresi. Terdiam dengan suasana yang semakin membosankan, ditambah dengan teman elektronik yang ambigu. Suasana seolah mengejek diri. Awan yang bersenang ria memuculkan dirinya dihadapan banyak orang mencerminkan kegembiraannya, sehingga hari jenuh ini semakin panas dibuatnya bersama sang matahari. Walau sebenarnya gue berharap awan itu hadir untuk bersedih dan menangis hingga menyejukan suasana.
Beberapa  lembaran buku yang biasanya menemani gue, sama sekali enggan menyapa gue untuk berkomunikasi dengannya. Mungkin karena ia tahu, bahwa gue juga bosen dengan mereka.
  
Oke ini terlalu bertele- tele.

Pada hari ketika keluarga gue memutuskan untuk pergi pulang kampung, gue sangat riang mendengarnya. Berarti ini saat untuk gue mengusir musuh setia gue, kejenuhan. Barang- Barang disiapkan, hingga kamipun siap untuk pergi melawan kemacetan hampaan suasana.

Perjalanan menuju kampung halaman lumayan memakan waktu yang tak biasa, sebab kendaraan yang di pakai adalah mobil pribadi kami sendiri dan juga kampung kami berada di jogja dan solo. Paham akan kondisi liburan akhir tahun yang macet setiap tahunnya, membuat kami santai saja meskipun pemandangan sekeliling hanya dihalangi oleh beribu- ribu mobil yang menghadang kami. Sungguh pengalaman seru ketika sedang perjalanan seperti ini.

 Sebelum sampai di kampung halaman, kami beristirahat selama satu harian di rumah saudara ku yang bertempat di kota pekalongan. Kami berhenti disana kurang lebih pada saat sekitar jam 11 an malam. Lepas kan semua beban selama perjalanan, dan tidur untuk semalam.

  Esok harinya, kami tidak langsung melanjutkan perjalanan. Kami di ajak oleh saudara dan sepupu kami untuk pergi ke beberapa tempat wisata yang ada di pekalongan. Dan nggak gue sangka, disana banyak tempat wisata yang indah serta menarik sekelas dijakarta. Dan terlebih, jumlah pengunjung tidak melebihi pengunjung wisata yang ada di jakarta.
  
 Tempat pertama yang kami akan kunjungi adalah Lingga Asri. Tak perlu harga tiket masuk yang mahal. Hanya sekitar Rp5000,- saja. Itupun hanya untuk tiket masuk, dan tidak terdapat tukang parkir disana, jadi sudah masuk kedalam biaya masuk tadi.

  Seolah- olah taman safari, karena keindahannya tak kalah menarik dibanding taman safari. Disana gue sempat menunggangi gajah, walaupun jarak yang diberi nggak seperti yang dibayangkan. Kebersihan disana pun tidak seburuk taman wisata di Jakarta. Tamannya juga luas, masih hijau segar pula. Ditambah dengan suasana hutan dekat gunung yang sepi, damai, tenang, dan nyaman. Walaupun tempat ini belum banyak orang yang mengetahuinya, tetapi dapat dikatakan ini objek yang keren di pekalongan. sayangnya gue nggak mengelilingi tempat ini. Tapi setidaknya gue udah berumpa dengan rusa dan gajah lahh, hehehe. Mungkin juga dikarenakan waktu yang sempit juga kita bersama eyang kita (tepatnya adik dari eyang putri jogja), bisa jadi nggak semua dapat pegang kendali dengan kondisi lelah yang di alami.





















Masih satu jalur dengan daerah hutan pegunungan, objek kedua kami adalah Kalipaingan. Ini mungkin paling mantap kata gue karena suasananya yang sejuk dan nyaman sekali. Biayanya jg murah, mungkin masih Rp5000,- kebersihannya bisa gue bilang sudah bersih lahh, terawat juga. Disana kami bisa melihat aliran air yang bersih nan indah. Kami juga bisa memberi makan ikan secara langsung. Masih seperti Lingga Asri, tempatnya langka dan nggak ramai. Jadi enakk di kunjungi tanpa melihat banyak orang yang ruwet seperti di Jakarta. Tersedia juga saung saung serta kantin yang nyaman untuk menggelar acara keluarga, nongkrong, atau rapat kecil.







Adik, Sepupu, dan Om


Kimiko(Younger Sister)

  Sebenarnya masih banyak yang bisa digambarkan keindahan suasana disana. Tapi kira- kira yang gue masih inget hanya segini, hehehe. Oh iyaa, ada perpustakaan buku langka juga kalau nggak salah, di deket musholla. Pokoknya hawa sejuk disana masih tergambar jelas di ingatan gue. Apalagi itu Kali pertama gue mengerti keindahan tempat wisata di kota pekalongan.

   Demikian pengalaman liburan akhir tahun 2016 gue yang bagi gue menarik dan tidak akan gue lupakan. Terimakasih untuk meluangkan waktu membaca sederet tulisan yang nggak penting sama sekali ini. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke kampung halaman dengan selamat. Alhamdulillah.



Dr.fieew

Senin, 28 November 2016

Memilih Mic Pribadi

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You
Cipt. Indra Aziz

Microphone pribadi adalah alat yang sangat disarankan dimiliki setiap penyanyi, apalagi ketika ia sudah mulai sering tampil di atas panggung. Alasannya di antara lain: 1. Alasan higienis, 2. Mic sendiri lebih terjamin bekerja dengan baik, 3. Kita akan nyaman sekali nyanyi ketika mengenal betul karakteristik mic. Jadi, tidak akan rugi kalau kamu menabung, dan menginvestasikan sebagian uang kamu untuk membeli microphone. Berikut ini beberapa tips memilih mic.
1. Lebih mahal tidak berarti lebih baik untuk kamu. Mic hanyalah alat untuk menginput suara kamu ke sound system. Yang paling utama adalah kemampuan nyanyi kamu sendiri. Mic paling mahal sekalipun tidak akan mampun menjadikan nyanyian yang fals menjadi indah. 
2. Coba sendiri dan dengarkan. Coba dengan suara rendah, suara tinggi, jarak dekat, jarak jauh, posisi lurus, miring, coba semua. Apakah sesuai dengan gaya nyanyi kamu? Ada mic yang lebih sensitif, ada yang kurang sensitif, cari yang sesuai dengan cara kamu bernyanyi.
3. Wireless atau kabel. Wireless memang enak digunakan di panggung. Tapi idealnya kita punya kru untuk membantu dengan mic tersebut. Karena mic wireless haru disetting dulu setiap akan tampil, receivernya, batere micnya. Sementara mic kabel tinggal colok saja, tidak perlu batere. Mana yang lebih cocok untuk kebutuhan kamu?
4. Banyak baca review di internet. Saat ini sangat banyak merek mic yang sudah bagus-bagus walau dengan harga yang terjangkau. Jelajahi internet untuk membaca dan melihat berbagai video review untuk mendapat inspirasi. 
5. Sebaiknya beli baru. Mic adalah alat yang sangat dekat dengan kita, dan kita gunakan dekat mulut kita. Jadi sebaiknya kita membeli barang baru. 
6. Dynamic atau condenser. Mic panggung biasanya mic dynamic. Beberapa cirinya adalah mic ini handheld atau didesain untuk dipegang, dan tidak sesensitif mic condenser. Mic condenser biasanya digunakan di studio yang kedap untuk rekaman. Mic condenser juga biasanya perlu phantom power untuk bekerja. 
Berikut ini beberapa merek mic panggung populer dengan harga terjangkau yang bisa kamu lihat-lihat. 
Shure SM58, AKG P5, AKG D7, Samson Q7.
Jika kamu sudah siap untuk investasi lebih tinggi lagi, kamu bisa melihat beberapa merek ini.
Sennheiser SKM5200 dengan harga hampir 3000 dolar AS.
Selamat browsing mic ya, jangan lupa datang ke tempat dan mencoba, kalau ga bisa, baca dan lihat video review sebanyak-banyaknya. 
Source: http://vokalplus.com/indraaziz/article/13/memilih-mic-pribadi/

Lebih sulit mana, vokal tinggi atau rendah?

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You

Cipt. Akbar Djati Andila
Selamat malam para user vokalplus.com, Perkenalkan nih nama gue Akbar Djati Andila...biasa dipanggil akbar. By the way, ini sebenarnya postingan artikel pertama gua sekalian ngisi akun gue di vokalplus.com biar ga sepi-sepi banget. Hari ini gua akan membahas tentang suara vokal tinggi dan suara vokal rendah. Sebenarnya mana sih yang lebih sulit untuk dipraktikan? high voice or low voice. Menurut pengalaman gue sebagai salah satu penyanyi kamar mandi (haha..) dengan jujur gue jawab..... (eng ing eng) low voice is more dificult than high voice..why?? karena seperti yang teman - teman tau high voice adalah teknik dimana kita mengeluarkan nada tinggi dari udara yang ada dalam kerongkongan dan menekan diafragma lebih dalam sehingga menimbulkan suara yang melengking, high voice sendiri juga masih terbagi-bagi lagi contohnya head voice dan lain-lain. Nah...menurut gue disini, untuk dapat memiliki suara high voice itu lebih mudah lo guys kalau kalian sudah mengerti dan mengenal suara kalian sendiri seiring dengan latihan yang konsekuen kalian akan secara lambat laun menemukan sendiri teknik yang menurut kalian lebih nyaman dan enak didengar ketika seisi udara dikeluarakan dengan lantang dari diafragma kalian. Lain hal dengan low voice.., karena untuk dapat mengeluarkan low voice kalian perlu lebih banyak ekstra hati-hati dan konsentrasi serta menjiwai lagu untuk dapat memperoleh low voice yang indah. Memang ada beberapa orang yang sedari pabriknya (pemberian tuhan) sudah dirancang untuk memiliki low voice yang halus tanpa perlu teknik khusus contohnya justin bieber tapi low voice akan menjadi masalah bagi mereka yang memiliki standart suara yang besar, nge-bass atau serak. sooo...my tips is coba dan coba, latihan dan latihan agar kalian dapat mengerti dan kenal akrab dengan suara kalian, untuk mendapatkan teknik cara mengeluarkan low voice yang bagus bisa kalian cek langsung di youtube-nya kak indra azis nih beberapa linknya yang mungkin berguna https://www.youtube.com/watch?v=l6lBPu_Sp5U , https://www.youtube.com/watch?v=4Uhc8g3GgLA beliau yang lebih tahu soal teknik. saran dari saya hanya kenali,coba, latihan, lebih banyak latihan, konsentrasi, hati-hati and the most important is NO SMOKING!!! karena MEROKOK ADALAH LAWAN TERBESAR ANDA JIKA ANDA INGIN MEMILIKI LOW VOICE YANG LEMBUT...

Sekian dari gue, ditunggu yang sarannya semoga dengan gua bergabung di vokalplus.com lebih banyak menjalin silaturahmi sama kalian semua. soo..see you

Source: http://vokalplus.com/akbar.djati.andila/article/15/lebih-sulit-mana-vokal-tinggi-atau-rendah/

Enam Keuntungan Bermain Piano

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You

Cipt. Indra Aziz

Saya selalu menganjurkan vokalis untuk bisa memainkan alat harmoni khususnya piano. Tidak perlu bisa bermain seperti seorang pianis, tetapi cukup sampai bisa mengiringi diri sendiri. Ada beberapa keuntungan yang bisa diraih dari kemampuan bermain piano, maka dari itu mahasiswa vokal di mana-mana biasanya wajib mengambil kelas minor piano. Berikut ini beberapa keuntungan tersebut.
#1 Melatih pendengaran dan pitch
Suara manusia tidak dituning seperti alat musik. Dengan bermain piano, telinga kita akan terbiasa dengan tuning standar, dan memperkecil kemungkinan menyanyi fals.
#2 Melatih sense of harmony
Suara manusia adalah single line melody instrument. Artinya suara kita sendiri tidak bisa membentuk kord. Dengan bermain piano, sense of harmony kita akan terlatih. Minor, major, diminished, dsb akan tergambar dengan jelas. Sangat membantu dalam berimprov, adlibs, dan aransemen pecah suara.
#3 Memperdalam pengetahuan teori
Dengan bermain piano mau tidak mau kita belajar tentang bagaimana membangun kord, apa itu inversi, interval, dsb. Apalagi tuts piano yang berjejer di depan mata, ada hitam dan putih, tidak seperti gitar sehingga secara visual jelas.
#4 Memudahkan proses kreatif
Banyak penyanyi yang menulis lagu hanya melodi saja dan harus tergantung kepada seorang pianis untuk menentukan harmoni dan kord. Dengan bermain piano kita memiliki kebebasan dalam menulis.
#5 Bisa mengajar tanpa bantuan
Seorang guru vokal sebaiknya bisa mengiringi muridnya. Walau dalam pengajar kadang ditemani pianis, paling tidak jika pianisnya berhalangan tidak menjadi masalah bagi guru tsb.
#6 Bisa memberi arahan yang jelas pada band pengiring
Seorang vokalis juga harus mampu menjadi band leader karena bagaimanapun dia harus diiringi musisi lain. Dengan bermain piano vokalis memiliki bahasa yang sama dengan pemain instrumen sehingga memudahkan komunikasi.

  
Jika anda belum bisa bermain piano, mulailah belajar, it’s totally worth the effort. Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Selamat berlatih! 

Source: http://vokalplus.com/indraaziz/article/12/enam-keuntungan-bermain-piano/

Jika anda belum bisa bermain piano, mulailah belajar, it’s totally worth the effort. Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Selamat berlatih! 

Perbedaan Major Label Dengan Indie Label.

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You

Cipt. Indra Aziz
Berikut ini penjabaran saya mengenai major label dan indie (independent) secara umum berdasarkan pengalaman saya di kehidupan nyata, di Indonesia. Untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak mengenai topik ini dan bisnis musik secara umum, saya rekomendasi buku Music Biz RollingStone oleh Wendy Putranto.
Menjadi artis rekaman, baik major label ataupun indie itu sama saja secara “prosedural”. Yaitu melalui tahapan-tahapan dengan gambaran berikut ini:
1. Pre-production – mengumpulkan materi lagu, aransemen, dll.
2. Production – rekaman, rekaman, rekaman.
3. Post production – editing, mixing, mastering, cetak CD.
4. Materi promo – desain cover, video, press release.
5. Distribusi – outlet fisik dan digital.
6. Promo – placement materi album/single di media, radio, TV, perform (seringkali pro bono), wawancara, dll.
Ya, lebih kurangnya seperti di atas itu. Kedua jalur sama saja. Lalu apa yang berbeda? Ada. Yaitu antara lain support system dan kultur kerjanya. Support itu dalam bentuk dana dan jaringan. Lalu ada juga perbedaan kultur di dalam keduanya, di mana yang indie lebih cenderung menargetkan pasar yang niche, atau tajam, sedangkan major label target pasarnya lebih masal.
Major label, seperti Sony Music, Musica Studios, Aquarius Musikindo, dan Universal, adalah perusahaan-perusahaan rekaman yang besar dan mapan. Saat ini, dengan perkembangan yang ada, juga maraknya download musik secara ilegal, perusahaan tidak lagi bisa mendapat keuntungan dari penjualan. Sehingga banyak label rekaman yang akhirnya merangkap jadi manajemen artis. Perusahaan besar tentu perputaran uang juga harus besar untuk bisa terus berjalan. Maka wajar saja jika pasar yang dituju lebih masal. Dengan begini, sudah menjadi resiko mereka untuk menyediakan dana produksi dan promosi yang besar pula jumlahnya. Di sisi lain, resiko bagi artisnya adalah, ia harus menjual, dan menjual secara masal, kalau tidak, tentu perusahaan jadi tidak balik modal. Tidak hanya dana, support system ini termasuk urusan distribusi, sehingga artis tidak perlu repot mengurus penyebaran karyanya baik fisik maupun digital, semua sudah diurus perusahaan. Juga, jaringan perusahaan major label juga sangat luas, sehingga lebih mudah bagi artis major label untuk mendapat spot di acara TV, wawancara, awarding, dsb.
Sementara itu, label indie, seperti Demajors, dan artis independent atau indie, dengan semangat memperjuangkan musik yang mereka mainkan tanpa ingin diintervensi kepentingan bisnis perusahaan besar, lebih memilih jalur yang fokus pada pasar niche dan komunitas. Dengan begitu, modalnya relatif lebih kecil dan mereka lebih leluasa bergerak menentukan langkah. Dengan tidak adanya support dari perusahaan besar, otomatis dana promo juga tidak besar. Tetapi saat ini untungnya sudah ada media seperti YouTube dan Twitter yang sangat powerful jika digunakan dengan tepat. Untuk distribusi, artis indie bisa saja melakukan sendiri, tapi terlalu repot, pilihan lain adalah bekerjasama dengan label-label yang memiliki jaringan distribusi. Kerjasama semacam ini disebut titip edar. Artis indie harus siap bekerja sendiri dalam mempromosikan musiknya. Dalam hal ini, komunitas sangatlah penting.

Jadi, yang manakah yang terbaik? Tidak ada pilihan yang terbaik, keduanya adalah jalur yang sama-sama legit dalam berkarir musik, dengan konsekuensinya sendiri-sendiri. Jadi pertanyaannya adalah, mana yang terbaik untuk musik dan kepribadian kita. Bagaimana dengan kamu?
Source: http://vokalplus.com/indraaziz/article/4/perbedaan-major-dan-indie-label/

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You


Halo semuanya, 
Jarang sekali saya menulis posts seperti ini di Internet, namun saya hanya ingin berbagi pengalaman saya belakangan ini bersama kalian semua agar kita bisa saling sharing, dan saya sangat berharap kita semua mendapat pelajaran yang berharga. 
Saya berada di Penang, Malaysia dari hari Kamis sampai Sabtu, dan pada saat bersantai di hotel kemarin, saya bertemu dengan musisi pop yang pada saat itu menyanyikan beberapa lagu standar2 jazz dan pop sekarang in lounge style. Tertarik untuk belajar banyak, saya menemuinya setelah performa, dan terbentuklah suatu percakapan yang menarik. Sebagai musisi pengalaman dan tanpa kompromi dalam berekspresi, selain berbagi tips2 musicianship yang bisa saya pelajari, hal yang sangat menarik yang beliau sharing kepada saya adalah,"Singing should be as natural as speaking", atau "Menyanyi harus sealami berbicara." 

  Nah, hal ini agak membingungkan bagi saya sebab saat saya bernyanyi atau bervokalisasi, suara saya pada saat melakukan hal2 tersebut berbeda daripada saat saya berbicara. Sebagai penyanyi yang masih terus belajar, saya sudah mempelajari cukup beberapa teknik-teknik dasar untuk membuat produksi suara saya lebih sehat (alias free and not strained) dan bersih, namun bagaimana caranya agar saya bisa membalans hal2 teknikal dengan ekspresi lirik lagu tersebut sehingga tidak terdengar seperti bernyanyi namun bercerita? At the same time, apa saja yang kalian atau mungkin Mas Indra sendiri lakukan agar bisa dapat feel dari lagu tersebut? 

I hope I can learn a lot from you guys. :) Makasih ya kalau sudah membaca artikel ini. Terus bernyanyi semuanya!

Salam and God bless always,
Tim :) 

Source: http://vokalplus.com/timothy.christian.liu/article/31/bagaimana-cara-menyanyikan-lagu-dengan-teknik-namun-tetap-terdengar-natural/

Kamis, 16 Juli 2015

Malam Kemenangan !

Hari – hari sudah berlalu. Detik yang berjalan begitu cepat, Seolah kita tidak mengerti apa yang barusan terjadi. Angin pun mulai berhembus kencang, yang membuat kita seolah terhipnotis untuk melupakan sesuatu.
            Tak terasa ini sudah Malam Takbiran. Hanya menunggu beberapa jam lagi untuk menuju Kemenangan. Kita sudah melewati  fase – fase amal ibadah yang tidak ada, selain di bulan ini. Mulai dari Puasa, Sholat Taraweh, Sholat Shubuh berjama’ah+Kultum (Dengan Suasana Yang Berbeda : Lebih Ramai dari hari biasa),dsb.
             Ya Allah, Terimalah semua ibadah yang sudah ku lakukan. Jangan jadikan ramadhan tahun ini ramadhan yang Terakhir, Dan jangan di kenang sebagai ramadhan yang buruk.

Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar.....Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Ramadhan Seperti Matahari, Yang Tak Terasa Ketika Hilang

Selamat Lebaran !   Eid Mubarak!   レバラン おめでとお !
Minal Aidin Wal Faidzin
------DR_Fieew
------
Diberdayakan oleh Blogger.

Twitter

Music

Popular Posts

Video of the day

Instagram

Instagram

Live Chatting!

Flickr

Facebook