Hello! I'm Human, Who Are you? I'm Not A Real Writer. But I'll Try To Be A Writer. Effort & Motivation Are My Friends.

Senin, 28 November 2016

Memilih Mic Pribadi

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You
Cipt. Indra Aziz

Microphone pribadi adalah alat yang sangat disarankan dimiliki setiap penyanyi, apalagi ketika ia sudah mulai sering tampil di atas panggung. Alasannya di antara lain: 1. Alasan higienis, 2. Mic sendiri lebih terjamin bekerja dengan baik, 3. Kita akan nyaman sekali nyanyi ketika mengenal betul karakteristik mic. Jadi, tidak akan rugi kalau kamu menabung, dan menginvestasikan sebagian uang kamu untuk membeli microphone. Berikut ini beberapa tips memilih mic.
1. Lebih mahal tidak berarti lebih baik untuk kamu. Mic hanyalah alat untuk menginput suara kamu ke sound system. Yang paling utama adalah kemampuan nyanyi kamu sendiri. Mic paling mahal sekalipun tidak akan mampun menjadikan nyanyian yang fals menjadi indah. 
2. Coba sendiri dan dengarkan. Coba dengan suara rendah, suara tinggi, jarak dekat, jarak jauh, posisi lurus, miring, coba semua. Apakah sesuai dengan gaya nyanyi kamu? Ada mic yang lebih sensitif, ada yang kurang sensitif, cari yang sesuai dengan cara kamu bernyanyi.
3. Wireless atau kabel. Wireless memang enak digunakan di panggung. Tapi idealnya kita punya kru untuk membantu dengan mic tersebut. Karena mic wireless haru disetting dulu setiap akan tampil, receivernya, batere micnya. Sementara mic kabel tinggal colok saja, tidak perlu batere. Mana yang lebih cocok untuk kebutuhan kamu?
4. Banyak baca review di internet. Saat ini sangat banyak merek mic yang sudah bagus-bagus walau dengan harga yang terjangkau. Jelajahi internet untuk membaca dan melihat berbagai video review untuk mendapat inspirasi. 
5. Sebaiknya beli baru. Mic adalah alat yang sangat dekat dengan kita, dan kita gunakan dekat mulut kita. Jadi sebaiknya kita membeli barang baru. 
6. Dynamic atau condenser. Mic panggung biasanya mic dynamic. Beberapa cirinya adalah mic ini handheld atau didesain untuk dipegang, dan tidak sesensitif mic condenser. Mic condenser biasanya digunakan di studio yang kedap untuk rekaman. Mic condenser juga biasanya perlu phantom power untuk bekerja. 
Berikut ini beberapa merek mic panggung populer dengan harga terjangkau yang bisa kamu lihat-lihat. 
Shure SM58, AKG P5, AKG D7, Samson Q7.
Jika kamu sudah siap untuk investasi lebih tinggi lagi, kamu bisa melihat beberapa merek ini.
Sennheiser SKM5200 dengan harga hampir 3000 dolar AS.
Selamat browsing mic ya, jangan lupa datang ke tempat dan mencoba, kalau ga bisa, baca dan lihat video review sebanyak-banyaknya. 
Source: http://vokalplus.com/indraaziz/article/13/memilih-mic-pribadi/

Lebih sulit mana, vokal tinggi atau rendah?

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You

Cipt. Akbar Djati Andila
Selamat malam para user vokalplus.com, Perkenalkan nih nama gue Akbar Djati Andila...biasa dipanggil akbar. By the way, ini sebenarnya postingan artikel pertama gua sekalian ngisi akun gue di vokalplus.com biar ga sepi-sepi banget. Hari ini gua akan membahas tentang suara vokal tinggi dan suara vokal rendah. Sebenarnya mana sih yang lebih sulit untuk dipraktikan? high voice or low voice. Menurut pengalaman gue sebagai salah satu penyanyi kamar mandi (haha..) dengan jujur gue jawab..... (eng ing eng) low voice is more dificult than high voice..why?? karena seperti yang teman - teman tau high voice adalah teknik dimana kita mengeluarkan nada tinggi dari udara yang ada dalam kerongkongan dan menekan diafragma lebih dalam sehingga menimbulkan suara yang melengking, high voice sendiri juga masih terbagi-bagi lagi contohnya head voice dan lain-lain. Nah...menurut gue disini, untuk dapat memiliki suara high voice itu lebih mudah lo guys kalau kalian sudah mengerti dan mengenal suara kalian sendiri seiring dengan latihan yang konsekuen kalian akan secara lambat laun menemukan sendiri teknik yang menurut kalian lebih nyaman dan enak didengar ketika seisi udara dikeluarakan dengan lantang dari diafragma kalian. Lain hal dengan low voice.., karena untuk dapat mengeluarkan low voice kalian perlu lebih banyak ekstra hati-hati dan konsentrasi serta menjiwai lagu untuk dapat memperoleh low voice yang indah. Memang ada beberapa orang yang sedari pabriknya (pemberian tuhan) sudah dirancang untuk memiliki low voice yang halus tanpa perlu teknik khusus contohnya justin bieber tapi low voice akan menjadi masalah bagi mereka yang memiliki standart suara yang besar, nge-bass atau serak. sooo...my tips is coba dan coba, latihan dan latihan agar kalian dapat mengerti dan kenal akrab dengan suara kalian, untuk mendapatkan teknik cara mengeluarkan low voice yang bagus bisa kalian cek langsung di youtube-nya kak indra azis nih beberapa linknya yang mungkin berguna https://www.youtube.com/watch?v=l6lBPu_Sp5U , https://www.youtube.com/watch?v=4Uhc8g3GgLA beliau yang lebih tahu soal teknik. saran dari saya hanya kenali,coba, latihan, lebih banyak latihan, konsentrasi, hati-hati and the most important is NO SMOKING!!! karena MEROKOK ADALAH LAWAN TERBESAR ANDA JIKA ANDA INGIN MEMILIKI LOW VOICE YANG LEMBUT...

Sekian dari gue, ditunggu yang sarannya semoga dengan gua bergabung di vokalplus.com lebih banyak menjalin silaturahmi sama kalian semua. soo..see you

Source: http://vokalplus.com/akbar.djati.andila/article/15/lebih-sulit-mana-vokal-tinggi-atau-rendah/

Enam Keuntungan Bermain Piano

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You

Cipt. Indra Aziz

Saya selalu menganjurkan vokalis untuk bisa memainkan alat harmoni khususnya piano. Tidak perlu bisa bermain seperti seorang pianis, tetapi cukup sampai bisa mengiringi diri sendiri. Ada beberapa keuntungan yang bisa diraih dari kemampuan bermain piano, maka dari itu mahasiswa vokal di mana-mana biasanya wajib mengambil kelas minor piano. Berikut ini beberapa keuntungan tersebut.
#1 Melatih pendengaran dan pitch
Suara manusia tidak dituning seperti alat musik. Dengan bermain piano, telinga kita akan terbiasa dengan tuning standar, dan memperkecil kemungkinan menyanyi fals.
#2 Melatih sense of harmony
Suara manusia adalah single line melody instrument. Artinya suara kita sendiri tidak bisa membentuk kord. Dengan bermain piano, sense of harmony kita akan terlatih. Minor, major, diminished, dsb akan tergambar dengan jelas. Sangat membantu dalam berimprov, adlibs, dan aransemen pecah suara.
#3 Memperdalam pengetahuan teori
Dengan bermain piano mau tidak mau kita belajar tentang bagaimana membangun kord, apa itu inversi, interval, dsb. Apalagi tuts piano yang berjejer di depan mata, ada hitam dan putih, tidak seperti gitar sehingga secara visual jelas.
#4 Memudahkan proses kreatif
Banyak penyanyi yang menulis lagu hanya melodi saja dan harus tergantung kepada seorang pianis untuk menentukan harmoni dan kord. Dengan bermain piano kita memiliki kebebasan dalam menulis.
#5 Bisa mengajar tanpa bantuan
Seorang guru vokal sebaiknya bisa mengiringi muridnya. Walau dalam pengajar kadang ditemani pianis, paling tidak jika pianisnya berhalangan tidak menjadi masalah bagi guru tsb.
#6 Bisa memberi arahan yang jelas pada band pengiring
Seorang vokalis juga harus mampu menjadi band leader karena bagaimanapun dia harus diiringi musisi lain. Dengan bermain piano vokalis memiliki bahasa yang sama dengan pemain instrumen sehingga memudahkan komunikasi.

  
Jika anda belum bisa bermain piano, mulailah belajar, it’s totally worth the effort. Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Selamat berlatih! 

Source: http://vokalplus.com/indraaziz/article/12/enam-keuntungan-bermain-piano/

Jika anda belum bisa bermain piano, mulailah belajar, it’s totally worth the effort. Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Selamat berlatih! 

Perbedaan Major Label Dengan Indie Label.

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You

Cipt. Indra Aziz
Berikut ini penjabaran saya mengenai major label dan indie (independent) secara umum berdasarkan pengalaman saya di kehidupan nyata, di Indonesia. Untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak mengenai topik ini dan bisnis musik secara umum, saya rekomendasi buku Music Biz RollingStone oleh Wendy Putranto.
Menjadi artis rekaman, baik major label ataupun indie itu sama saja secara “prosedural”. Yaitu melalui tahapan-tahapan dengan gambaran berikut ini:
1. Pre-production – mengumpulkan materi lagu, aransemen, dll.
2. Production – rekaman, rekaman, rekaman.
3. Post production – editing, mixing, mastering, cetak CD.
4. Materi promo – desain cover, video, press release.
5. Distribusi – outlet fisik dan digital.
6. Promo – placement materi album/single di media, radio, TV, perform (seringkali pro bono), wawancara, dll.
Ya, lebih kurangnya seperti di atas itu. Kedua jalur sama saja. Lalu apa yang berbeda? Ada. Yaitu antara lain support system dan kultur kerjanya. Support itu dalam bentuk dana dan jaringan. Lalu ada juga perbedaan kultur di dalam keduanya, di mana yang indie lebih cenderung menargetkan pasar yang niche, atau tajam, sedangkan major label target pasarnya lebih masal.
Major label, seperti Sony Music, Musica Studios, Aquarius Musikindo, dan Universal, adalah perusahaan-perusahaan rekaman yang besar dan mapan. Saat ini, dengan perkembangan yang ada, juga maraknya download musik secara ilegal, perusahaan tidak lagi bisa mendapat keuntungan dari penjualan. Sehingga banyak label rekaman yang akhirnya merangkap jadi manajemen artis. Perusahaan besar tentu perputaran uang juga harus besar untuk bisa terus berjalan. Maka wajar saja jika pasar yang dituju lebih masal. Dengan begini, sudah menjadi resiko mereka untuk menyediakan dana produksi dan promosi yang besar pula jumlahnya. Di sisi lain, resiko bagi artisnya adalah, ia harus menjual, dan menjual secara masal, kalau tidak, tentu perusahaan jadi tidak balik modal. Tidak hanya dana, support system ini termasuk urusan distribusi, sehingga artis tidak perlu repot mengurus penyebaran karyanya baik fisik maupun digital, semua sudah diurus perusahaan. Juga, jaringan perusahaan major label juga sangat luas, sehingga lebih mudah bagi artis major label untuk mendapat spot di acara TV, wawancara, awarding, dsb.
Sementara itu, label indie, seperti Demajors, dan artis independent atau indie, dengan semangat memperjuangkan musik yang mereka mainkan tanpa ingin diintervensi kepentingan bisnis perusahaan besar, lebih memilih jalur yang fokus pada pasar niche dan komunitas. Dengan begitu, modalnya relatif lebih kecil dan mereka lebih leluasa bergerak menentukan langkah. Dengan tidak adanya support dari perusahaan besar, otomatis dana promo juga tidak besar. Tetapi saat ini untungnya sudah ada media seperti YouTube dan Twitter yang sangat powerful jika digunakan dengan tepat. Untuk distribusi, artis indie bisa saja melakukan sendiri, tapi terlalu repot, pilihan lain adalah bekerjasama dengan label-label yang memiliki jaringan distribusi. Kerjasama semacam ini disebut titip edar. Artis indie harus siap bekerja sendiri dalam mempromosikan musiknya. Dalam hal ini, komunitas sangatlah penting.

Jadi, yang manakah yang terbaik? Tidak ada pilihan yang terbaik, keduanya adalah jalur yang sama-sama legit dalam berkarir musik, dengan konsekuensinya sendiri-sendiri. Jadi pertanyaannya adalah, mana yang terbaik untuk musik dan kepribadian kita. Bagaimana dengan kamu?
Source: http://vokalplus.com/indraaziz/article/4/perbedaan-major-dan-indie-label/

Hi Fieewers!

Dr.Fieew here
Disclaimer dulu nih bahwa pos ini bukan milik gue. ini dikerjakan karena ada tugas sekolah. gue bakal nyertain sumbernya di bawah atau kalau lo mau liat penulisnya, langsung klik aja tombol merah pada namanya!
Thank You


Halo semuanya, 
Jarang sekali saya menulis posts seperti ini di Internet, namun saya hanya ingin berbagi pengalaman saya belakangan ini bersama kalian semua agar kita bisa saling sharing, dan saya sangat berharap kita semua mendapat pelajaran yang berharga. 
Saya berada di Penang, Malaysia dari hari Kamis sampai Sabtu, dan pada saat bersantai di hotel kemarin, saya bertemu dengan musisi pop yang pada saat itu menyanyikan beberapa lagu standar2 jazz dan pop sekarang in lounge style. Tertarik untuk belajar banyak, saya menemuinya setelah performa, dan terbentuklah suatu percakapan yang menarik. Sebagai musisi pengalaman dan tanpa kompromi dalam berekspresi, selain berbagi tips2 musicianship yang bisa saya pelajari, hal yang sangat menarik yang beliau sharing kepada saya adalah,"Singing should be as natural as speaking", atau "Menyanyi harus sealami berbicara." 

  Nah, hal ini agak membingungkan bagi saya sebab saat saya bernyanyi atau bervokalisasi, suara saya pada saat melakukan hal2 tersebut berbeda daripada saat saya berbicara. Sebagai penyanyi yang masih terus belajar, saya sudah mempelajari cukup beberapa teknik-teknik dasar untuk membuat produksi suara saya lebih sehat (alias free and not strained) dan bersih, namun bagaimana caranya agar saya bisa membalans hal2 teknikal dengan ekspresi lirik lagu tersebut sehingga tidak terdengar seperti bernyanyi namun bercerita? At the same time, apa saja yang kalian atau mungkin Mas Indra sendiri lakukan agar bisa dapat feel dari lagu tersebut? 

I hope I can learn a lot from you guys. :) Makasih ya kalau sudah membaca artikel ini. Terus bernyanyi semuanya!

Salam and God bless always,
Tim :) 

Source: http://vokalplus.com/timothy.christian.liu/article/31/bagaimana-cara-menyanyikan-lagu-dengan-teknik-namun-tetap-terdengar-natural/
Diberdayakan oleh Blogger.

Twitter

Music

Popular Posts

Video of the day

Instagram

Instagram

Live Chatting!

Flickr

Facebook